Previous Next

HAKIM SEBAGAI GARDA DEPAN PENGADILAN

HAKIM SEBAGAI GARDA DEPAN PENGADILAN

*) Pelantikan dan Pelepasan Hakim

KAJEN – Bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Rabu (19/12), berlangsung dua acara sekaligus. Yakni pelantikan hakim baru serta pelepasan hakim yang telah pindah tugas.

Hakim yang baru dilantik adalah Bapak H. Abdul Halim Muhamad Sholeh, Lc., M.Ec., M.H., yang sebelumnya bertugas di Pengadilan Agama Kalianda Kelas I.B. Sementara hakim yang dilepas pindah tugas adalah Bapak Drs. Imam Maqduruddin Alsy, yang berdasarkan keputusan Rapat Tim Promosi Mutasi Mahkamah Agung bertugas di Pengadilan Agama Tegal Kelas I.B.

Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa hakim adalah garda depan bagi badan peradilan. Sehingga dengan bertambahnya hakim, diharapkan dapat memperkuat posisi Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, utamanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

“Kalau dipindah jangan menggerutu. Seberat apapun tugas yang diemban, kalau dilaksanakan dengan happy, maka tidak akan terasa berat,” tandas Drs. H. Suwoto, S.H., M.H.

Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drs. Imam Maqduruddin Alsy yang dipindah ke Pengadilan Agama Tegal Kelas I.B. “Mewakili teman-teman yang ada di sini, saya menyampaikan maaf dan terima kasih kepada Pak Imam atas pengabdiannya di Kajen. Semoga ke depan penuh berkah,” ujar Bapak Suwoto.

Hal yang sama juga diutarakan Bapak Drs. Imam Maqduruddin Alsy. “Semoga jalinan silaturahmi ini juga tidak terputuskan, meski saya sudah pindah dari sini,” ujar pria yang berdinas di Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B sejak tahun 2013 tersebut.

Di tempat yang sama, Bapak H. Abdul Halim Muhamad Sholeh, Lc., M.Ec., M.H., berharap, dengan dipindahtugaskan dan dilantik sebagai hakim di Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B dapat menjalankan tugas dengan amanah.

“Yang selalu saya ingat adalah pesan dari Pak Manaf (Dr. H. Abdul Manaf, M.H. mantan Dirjend Badilag), yaitu tidak mudah mengeluh dengan banyaknya perkara (yang dterima). Semoga dengan ini saya bisa amanah,” tegas pria yang juga pernah berdinas sebagai hakim di Pengadilan Agama Gunung Sugih Kelas I.B itu. (ton)

Previous Next

MOMENTUM PEMILU SEBAGAI NETRALITAS DAN PROFESIONALISME KORPRI

MOMENTUM PEMILU SEBAGAI NETRALITAS DAN PROFESIONALISME KORPRI

KAJEN – Momentum pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 harus dijadikan sebagai bentuk netralitas dan profesionalisme Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Hal ini ditegaskan dalam sambutan Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI yang ke-47.

Sambutan tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, saat pelaksanaan Upacara Bendera HUT KORPRI di berlangsung di halaman Kantor Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Kamis tanggal 29 Nopember 2018, yang diikuti oleh jajaran pimpiman, hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta karyawan karyawati.

Disampaikan pula bahwa dalam menerapkan Panca Prasetya KORPRI, pengabdian anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. Melainkan pengabdian anggota KORPRI hanyalah kepada negara, bangsa dan rakyat.

Terkait pemberantasan praktek korupsi dan pungli, serta dalam memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima, anggota KORPRI berada di garis depan perjuangan. Karena rakyat membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja. Dengan meninggalkan pola piker masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif yang hanya terpaku pada formalitas belaka.

Presiden dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B mengajak anggota KORPRI untuk memfokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Dengan menjadi aset bangsa yang menjadi bagian dari solusi bangsa dan bukan bagian dari masalah bangsa.

Diantaranya melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, makin akurat dan makin baik. juga menghilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktifitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional.

Ditambahkan pula bahwa KORPRI akan segera bertransformasi menjadi Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Dalam bentuk baru tersebut, fungsi pemerintahan yang diemban berupa pembinaan dan pengembangan profesi ASN, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota ASN, memberikan rekomendasi terhadap pelanggaran kode etik dan standar profesi, serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Juga menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, KORPRI berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayana profesi dan mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa. (ton)

Previous Next

PA KAJEN GELAR UPACARA HARI PAHLAWAN

PA KAJEN GELAR UPACARA HARI PAHLAWAN

KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2018, Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B menggelar upacara bendera di halaman kantor setempat, Senin tanggal 12 Nopember 2018. Hal ini sesuai intruksi Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor. 1374/SEK/HM.01.2/11/2018 tanggal 08 November 2018.

Upacara diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, hakim, pejabat setruktural dan fungsional, serta pegawai di jajaran Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B. Bertindak selaku Pembina upacara adalah Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H.

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B Bapak Drs. H. Suwoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan hari pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan pratiotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Tema Hari Pahlawan tahun 2018 “Semangat Pahlawan di Dadaku” mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya, namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai dengan tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya, peringatan hari pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan.

Mentransformasikan keberanian melawan penjajag menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini, antara lain kemiskinan. Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadikan insiprasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

Setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini.

Terlebih lagi dibutuhkan sosok pemuda Indonesai sebagai generasi penerus yang mempunya jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya. Sadar bahwa negerinya memiliki beragam agama, suku, adat istiadat, namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal social dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia. Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa.

Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan social. Sehingga mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial dan memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial.

Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa, mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadiakn Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan mampu bersanding dengan negara lain, khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industry 4.0.

Melalui momentum peringatan hari pahlawan, Mensos mengajak untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa ini dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari lingkungan terdekat, yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara. (ton)

Previous Next

105 PASANGAN RESMI DIISTBATNIKAHKAN

105 PASANGAN RESMI DIISTBATNIKAHKAN

KAJEN – Setelah bertahun-tahun hidup berumah tangga tanpa memiliki buku nikah, akhirnya 105 pasangan suami istri di 4 kecamatan di Kabupaten Pekalongan resmi diistbatnikahkan. Secara bersama-sama mereka diistbatnikahkan dalam pelaksanaan pelayanan terpadu di Kantor Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Senin tanggal 19 Nopember 2018.

Program pelayanan terpadu ini merupakan kerjasama antara Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan untuk yang ketiga kalinya di tahun 2018.

Dengan diistbatnikahkannya para pasangan dari Kecamatan Bojong, Kandangserang, Kajen dan Paninggaran tersebut, mereka akan mendapatkan kepastian bahwa pernikahannya tercatat dan diakui oleh negara. Selain itu, juga mendapatkan dokumen-dokumen kependudukan lainnya yakni akta kelahiran bagi anak-anak mereka.

Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pernikahan harus dicatatkan karena secara administrasi pemerintahan pasangan-pasangan tersebut dianggap belum sah. Meski secara agama pernikahan yang mereka laksanakan sudah sesuai rukun sahnya nikah.

Melalui sidang istbat nikah para pasangan tersebut akan mendapatkan penetapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Kajen, yang selanjutnya akan menjadi dasar untuk mencatatkan pernikahan di Kantor Urusan Agama dan dikeluarkannya buku nikah. Juga ditindaklanjuti oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pekalongan yang mengeluarkan akta kelahiran bagi anak-anak mereka.

Bupati juga menegaskan bahwa dengan kepemilikan buku nikah dan akta kelahiran, akan mempermudah dalam mengurus proses kependudukan. “Kegiatan seperti ini dalam rangka upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya kepemilikan administrasi atau dokumen kependudukan," tandasnya. (ton)

Previous Next

KUNJUNGAN WAKIL KETUA PTA JAWA TENGAH

KUNJUNGAN WAKIL KETUA PTA JAWA TENGAH

KAJEN – Rabu tanggal 31 Oktober 2018 siang, Kantor Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B mendapat kunjungan tamu penting. Beliau adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah Bapak Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan ke Pengadilan Agama – Pengadilan Agama yang ada di Jawa Tengah. Namun kunjungan kali ini merupakan kunjungan terakhir beliau bertugas sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah, mengingat dalam waktu yang tidak lama lagi beliau akan segera dilantik sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur.

Dalam kunjungan tersebut, beliau sekaligus memberikan pembinaan, utamanya kepada para hakim di lingkungan Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B. Utamanya dalam menyusun putusan terhadap perkara-perkara yang ditangani.

“Ibarat pabrik, produk putusan harus ditingkatkan kualitasnya, karena (putusan) itu ditunggu masyarakat. Akta Cerai bukan produk akhir, melainkan putusan (produk akhirnya). Putusan-putusan, utamanya perceraian, perlu ditingkatkan kualitasnya,” ujar Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H.

Terkait kondisi Kantor Pengadilan Agama Kajen Kelas I.B, utamanya dalam hal sarana dan prasarana. Dr. H. A. Choiri, S.H., M.H., mengatakan bahwa hal itu bukan menjadi penghalang dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Meski terbatas, tetapi layanan (tetap) prima dan berkualitas,” tandasnya. (ton)

Informasi

Pengadilan Agama Kelas I.B Kajen 
Jl. Teuku Umar No 9 Kajen, Kab. Pekalongan 51161
Telp/Fax 0285 381919